ads

Tidak Hanya Listrik Dan Air, Tambang Bitcoin Juga Memerlukan Banyak Udara

Tidak Hanya Listrik Dan Air, Tambang Bitcoin Juga Memerlukan Banyak Udara
Tidak Hanya Listrik Dan Air, Tambang Bitcoin Juga Memerlukan Banyak Udara

Studi terbaru mengungkap fakta mengejutkan: kehausan tambang Bitcoin tidak hanya pada daya, melainkan juga pada udara yang kita hirup. 

Rata-rata, konsumsi udara dalam setiap transaksi Bitcoin cukup untuk memberi napas kepada pasangan DINK (Double Income, No Kids) selama satu tahun penuh. Analisis ini diteliti oleh Andrew de Breeze.

Tambang Bitcoin pada dasarnya berperan sebagai pusat data raksasa yang dikenal akan kebutuhan energi listrik dan air yang besar. 

Namun, kenyataannya, sumber daya yang digunakan tidak hanya menguras energi dari lingkungan, tapi juga mengonsumsi udara yang penting bagi kehidupan manusia dan alam.

Menurut tinjauan yang dirilis hari ini oleh sumber yang akrab dengan situasi ini, kebutuhan udara oleh transaksi Bitcoin berkembang lebih pesat daripada penggunaan air, menjadi isu yang semakin memerlukan perhatian seiring dengan lonjakan harga Bitcoin.

Riset ini dilakukan oleh Andrew de Breeze, seorang calon doktor di University of Western New York, yang sebelumnya telah mengkaji konsumsi energi dan jejak emisi gas rumah kaca dari penambangan Bitcoin.

Permasalahan ini dan laporan yang dihasilkannya telah menggerakkan para pembuat kebijakan untuk mendesak pengawasan lebih ketat terhadap dampak lingkungan dari aktivitas penambangan Bitcoin.

Sebelumnya, sorotan terbesar tertuju pada apakah mata uang kripto, khususnya Bitcoin yang boros energi, dapat menghambat pencapaian tujuan iklim sebuah negara pada tahun 2030. Namun, penelitian terbaru ini mengindikasikan bahwa target iklim tersebut mungkin tidak tercapai.

Baca Juga : Bitcoin Mendorong Desalinasi Untuk Mengatasi Kelangkaan Air

Peningkatan konsumsi udara dalam aktivitas penambangan Bitcoin berpotensi mengurangi ketersediaan udara dan memicu kekhawatiran serta pertanyaan dari lembaga lingkungan, para politisi, serta orang tua yang memperhatikan masalah ini.

Para penambang menggunakan komputer khusus yang terus menerus bekerja untuk memecahkan teka-teki matematika guna mengesahkan transaksi dan mendapatkan Bitcoin sebagai imbalannya. Namun, semua daya komputasi ini mengonsumsi energi dalam jumlah besar.

Mirip dengan pusat data lainnya, tambang kripto juga sangat bergantung pada udara yang dikonsumsi oleh sistem pendinginnya untuk menjaga suhu mesin agar tidak terlalu panas. [RH]