ads

Penelitian Bloomberg: Klaim Ramah Lingkungan Bitcoin Dipertanyakan

Penelitian Bloomberg: Klaim Ramah Lingkungan Bitcoin Dipertanyakan
Penelitian Bloomberg: Klaim Ramah Lingkungan Bitcoin Dipertanyakan

Penelitian terbaru dari Bloomberg yang memandang optimis terhadap bauran energi ramah lingkungan dalam industri penambangan Bitcoin telah menciptakan kontroversi karena kekurangan detail penting, kata seorang ahli industri. 

Dalam catatan penelitiannya, Jamie Coutts dari Bloomberg Intelligence mengklaim bahwa industri Bitcoin saat ini telah mencapai lebih dari 50% energi ramah lingkungan. Namun, banyak pihak meragukan klaim ini karena kekurangan data yang mendukungnya. 

Mereka menyoroti penurunan emisi karbon Bitcoin sejak tahun 2021, seiring dengan peningkatan tingkat hash, yang digunakan sebagai ukuran keamanan jaringan dan aktivitas penambangan. Para kritikus berpendapat bahwa klaim tersebut “hanya sebagian benar” dan harus diperinci lebih lanjut.

Sebagian besar data yang digunakan oleh Bloomberg berasal dari penelitian Daniel Batten, seorang venture capitalist yang fokus pada teknologi iklim dan potensi pertambangan untuk membersihkan atmosfer. 

Namun, Batten sendiri menyatakan bahwa klaim tersebut perlu ditinjau ulang. Ia mengatakan bahwa penurunan intensitas emisi karbon dapat disebabkan oleh dua faktor, yakni meningkatnya sumber energi berkelanjutan dan penggunaan peralatan penambangan yang lebih efisien.

Baca Juga : Bitcoin Melonjak Berdasarkan Sinyal Bank Sentral Eropa

Selain itu, peristiwa-peristiwa signifikan seperti larangan penambangan di Tiongkok, hilangnya penambang di Kazakhstan, dan pengurangan aktivitas penambangan di Marathon, Montana, juga telah berperan dalam menurunkan penggunaan energi batu bara dalam industri Bitcoin. 

Hal ini memunculkan pertanyaan tentang seberapa berkelanjutannya tren penurunan emisi karbon dalam jangka panjang.

Dengan begitu banyak pertanyaan yang belum terjawab, penelitian Bloomberg tentang bauran energi ramah lingkungan dalam penambangan Bitcoin masih menjadi topik kontroversi yang akan terus diperdebatkan oleh para ahli dan pengamat industri. [RH]