ads

Bisakah Bitcoin Tembus US$40.000?

Bisakah Bitcoin Tembus US$40.000?
Bisakah Bitcoin Tembus US$40.000?

Bitcoin, salah satu aset kripto terkemuka, terus menunjukkan kenaikan yang mengesankan dalam beberapa minggu terakhir. 

Harganya telah melonjak melewati level US$30.000 per koin, didorong oleh sejumlah faktor positif, termasuk pengajuan proposal ETF Bitcoin Spot oleh perusahaan-perusahaan terkemuka seperti Blackrock.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap.com pada hari Minggu (25/6/2023) pukul 15.00 WIB, harga Bitcoin naik sebesar 0,42 persen dibandingkan hari sebelumnya, dan mencatat kenaikan sebesar 15,81 persen dalam sepekan menjadi US$30.747 per koin.

Fyqieh Fachrur, seorang trader dari Tokocrypto, menjelaskan bahwa beberapa faktor mendukung kenaikan harga Bitcoin, termasuk proposal ETF Bitcoin Spot yang diajukan oleh perusahaan-perusahaan besar seperti Blackrock, Fidelity, Wisdomtree, Valkyrie, dan Invesco.

“Laporan ini akan menciptakan efek yang menguntungkan dalam beberapa bulan mendatang dan dapat menjadi salah satu faktor utama dalam persiapan untuk pengurangan separuh Bitcoin tahun depan.” Ujar Fyqieh pada hari Minggu (25/06/2023)

Baca Juga : Masa Depan BRICS: Menggali Potensi dan Ancaman bagi Dolar AS

Dalam trennya, jika dilihat secara bulanan, diprediksi bahwa Bitcoin akan mengalami tren bullish pada bulan Juli mendatang, dengan potensi kenaikan harga yang lebih tinggi dibandingkan pada bulan Agustus.

Jika proposal dari Blackrock mulai diimplementasikan, maka bulan-bulan berikutnya kemungkinan akan mengalami tren bullish yang lebih kuat, dengan potensi harga Bitcoin mencapai US$40.000 atau sekitar Rp579 juta.

Para investor dan penggemar Bitcoin dengan antusias menyambut potensi kenaikan ini, tetapi tetap diingatkan bahwa pasar kripto bersifat volatil dan perlu dilakukan analisis yang cermat sebelum mengambil keputusan investasi. 

Walaupun demikian, proyeksi tren bullish Bitcoin telah menimbulkan harapan bagi mereka yang percaya pada masa depan mata uang digital ini. [RH]