ads

Argentina Berpotensi Menolak Undangan BRICS

Argentina Berpotensi Menolak Undangan BRICS
Argentina Berpotensi Menolak Undangan BRICS

Aliansi BRICS mengundang Argentina untuk menjadi bagian dari kelompok tersebut dalam pertemuan puncak ke-15 di Johannesburg pada bulan Agustus. Presiden Argentina, Alberto Fernandez, menyambut undangan BRICS sebagai peluang besar yang dapat memperkuat negaranya. Namun, Argentina menghadapi dilema yang mungkin membuatnya menolak undangan tersebut.

Dilansir dari WatcherGuru, pengangkatan Argentina ke dalam kelompok BRICS dijadwalkan pada 1 Januari 2024, namun situasinya saat ini cukup rumit. Argentina akan menggelar pemilihan umum pada bulan Oktober, dan pemerintahan baru akan terbentuk pada bulan Desember 2023.

Sebagai informasi tambahan, Presiden Fernandez telah mengumumkan bahwa dia tidak akan mencalonkan diri dalam pemilihan 2023, dan calon Presiden dari Partai Keadilan (Justicialist Party), Sergio Massa, akan menggantikannya. Jika Massa terpilih, sangat mungkin Argentina akan menerima undangan BRICS dan menjadi anggota kelompok tersebut.

Namun, jika Partai Keadilan kalah dalam pemilihan, Argentina dapat menolak undangan BRICS. Partai oposisi sayap kanan, Republican Proposal, telah mencalonkan Javier Milei dan Patricia Bullrich untuk jabatan Presiden Argentina. Milei, yang memiliki pandangan yang kritis terhadap Tiongkok dan Rusia, telah berjanji untuk menolak undangan BRICS jika terpilih sebagai Presiden.

Baca Juga : Peran Bitcoin Dalam Konflik Rusia-Ukraina

Milei telah mengkritik Tiongkok dan Rusia, menyebut mereka sebagai negara yang nakal, dan mengecam Presiden Brasil, Lula da Silva, atas izin masuknya Tiongkok dan Rusia ke Amerika Selatan melalui BRICS. Dia menyatakan bahwa Argentina tidak boleh mendukung kebijakan global dari negara-negara ini.

Selain itu, Milei juga mengecam Iran atas serangan bom terhadap pusat Yahudi di Buenos Aires pada tahun 1994. Dia menyebut peristiwa tersebut sebagai “luka terbuka”. Iran juga telah diundang untuk bergabung dengan BRICS pada tahun 2024.

Kesimpulannya, jika Javier Milei terpilih sebagai Presiden Argentina, negara ini berpotensi menolak undangan BRICS. Jadi, keputusan mengenai keanggotaan Argentina dalam BRICS pada tahun 2024 akan ditentukan oleh hasil pemilihan rakyat. Jika Massa menang, Argentina akan masuk BRICS, tetapi jika Milei terpilih, Argentina bisa menolak undangan tersebut.